SMP Negeri 1 Gabuswetan Menuju Sekolah Berbudaya Lingkungan


Sejak kepala sekolah SMP Negeri 1 Gabuswetan yang baru dijabat oleh Bapak H. Soim Muhadir, M.Pd. Perubahan signifikan dilakukan oleh warga sekolah untuk tekad menjadikan SMP Negeri 1 Gabuswetan sebagai sekolah berbudaya lingkungan. 

Hal yang pertama dilakukan adalah membenahi toilet siswa dan guru. Karena setiap tamu yang datang ke SMP Negeri 1 Gabuswetan selain melihat bangunan fisiknya, tentu mereka akan melihat toiletnya. Jika toiletnya bersih dan tidak bau maka dianggap bersih sekolah tersebut, tetapi jika toiletnya kotor maka kesan kotor akan melekat pada sekolah itu. 

Selain merenovasi toilet siswa dan guru, SMP Negeri 1 Gabuswetan juga membenahi ruangan kelas dan ruangan lainnya. Saat ini hampir semua kelas sudah dicat ulang sehingga terlihat lebih bersih dan cerah dari sebelumnya.

Untuk menjaga kebersihan lingkungan saat ini SMP Negeri 1 Gabuswetan juga sudah menerapkan tempat sampah tiga warna yakni merah, kuning dan hijau. Adapun arti ketiga warna tersebut adalah warna hijau untuk sampah organik, wadah kuning untuk sampah anorganik, wadah warna merah untuk sampah yang mengandung bahan berbahaya atau beracun dari sampah rumah tangga.

Program berikutnya adalah menciptakan sekolah yang sehat. Untuk itu sekarang SMP Negeri 1 Gabuswetan mulai diterapkan minum air putih sehari satu gelas air mineral. Dengan minum air putih diharap seluruh siswa terhindar dari beberapa penyakit yang diakibatkan sering mengkonsumsi minuman yang mengandung pewarna buatan dan pengawet. 

Bekas minumnya kemudian dikumpulkan dari tiap kelas di bank sampah. Hasil sampah bekas air mineral tersebut kemudian dijual dan uangnya bisa digunakan untuk kegiatan OSIS dan ektrakurikuler.

Para siswa juga diajarkan cara membuat toga (tanaman obat keluarga) terutama saat mata pelajaran Pendidikan Lingkungan Hidup. Para siswa diajak untuk menanam tanam-tanaman tersebut dan menjelaskan tentang manfaat dari tanaman yang mereka tanam. Agar kelak pada saat dewasa mereka bisa mengetahui dan mengolah toga tersebut untuk kesehatan. 

Penata lainnya adalah pemberian nama pada tanaman atau pohon-pohonan yang ada di lingkungan SMP Negeri 1 Gabuswetan, saat ini lebih dari 30 jenis tanaman atau pohon-pohonan yang ada di lingkungan SMP Negeri 1 Gabuswetan. Tanam-tanaman ini berfungsi sebagai penyejuk, tempat berteduh dan juga memperindah pemandangan. 

Masih banyak pembenahan yang dilakukan seperti pembuatan taman di hadapan ruangan Tasis (Tabungan Siswa), depan Laboratorium IPA (Ilmu Pengetahuan Alam), ruangan ekstrakurikuler dan pembuatan ruang UKS (Usaha Kesehatan Sekolah). 

Mudah-mudahan tahun ini SMP Negeri 1 Gabuswetan berhasil menjadi sekolah berbudaya lingkungan tingkat kabupaten Indramayu, bahkan ke tingkat propinsi dan nasional seperti yang dilakukan oleh Bapak H. Soim Muhadir, M.Pd di SMP Negeri 1 Losarang yang pernah meraih penghargaan Sekolah Adiwiyata Nasional.
Share SMP Negeri 1 Gabuswetan Menuju Sekolah Berbudaya Lingkungan via